Ketika Allah Berkata -Tidak-

Standard

kali ini mau ngebahas tentang tulisan di mading kampus..
awalnya iseng sih mau ngebaca-baca aja, tapi mungkin karena lagi merasa jadi efek dari tulisan ini berkesan banget~

oke gini isi tulisannya :

– When Allah Sayying NO –

Ya allah ambillah “kesombonganku” dariku
Allah berkata : Tidak. bukan aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.

Ya allah sempurnakanlah adikku yang “cacat”
Allah berkata : Tidak. jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.

Ya allah beri aku “kesabaran”
Allah berkata : Tidak. kesabaran di dapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan. tidak untuk di berikan, kau harus meraihnya sendiri.

ya allah beri aku “kebahagiaan”
Allah berkata : Tidak. kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.

ya allah jauhkan aku dari “kesusahan”
Allah berkata : Tidak. penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.

ya allah berikan aku segala hal yang menjadikan hidup ini “nikmat”
Allah berkata : Tidak. aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.

ya allah Bantu aku menCintai orang lain, sebesar Cinta Mu padaku
Allah berkata… Akhirnya kau mengerti🙂

nah terkadang kita berfikir kalau allah itu tidak adil. kita sudah bersusah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha. entah itu pagi, siang, sore ataupun malam, tapi tidak ada hasilnya~
kita mengharapkan di beri pekerjaan, puluhan hingga ratusan lamaran telah kita kirimkan tapi tak ada jawaban 1 pun..
lalu ada pula orang lain yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.
kita sudah bersusah payah agar mendapatkan jabatan, tapi justru orang lain lah yang mendapatkannya tanpa susah payah😛

kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, tapi malah berakhir dengan penolakkan dan kegagalan.
Orang lain dengan mudah berganti pasangan sedangkan kita tidak..
kita menginginkan harta berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat..

emmm coba kita sama-sama bayangkan diri kita ini seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita (anak kecil) melihat tukang es lewat di depan rumah. nah, kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa bahwa dengan meminum es itu dapat mengobati rasa demamnya (maklum anak kecil). lalu kita meminta pada orang tua kita ( seperti kita memohon berdoa kepada Allah) dan merengek minta di belikan es. orang tua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. tentu dengan segala dalih kita tidak di belika es. orang tua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik untuk kita. mungkin tidak sekarang atau tidak di dunia ini allah mengabulkannya. karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “demam dan pilek” itu.. dan terus berdoa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s